Selasa, 22 Juni 2010

Renungan

Sebuah Harapan Pada SSF
by. haris

"Taklah budaya melayu kan lekang dimakan waktu!", itu kata-kata yang dulu sering terngiang ditelingaku. Sekarang, setelahbeberapa lama seolah-olah kata-kata itu hidup kembali dan jadi segar diingatanku.
Malam itu adalah acara peluncuran dan penggalangan dana sumatra. Hadir disana antaranya gubernur riau dan juga tokoh lingkungan hidup negri ini, Bapak Emil Salim.
Disitu ditayangkan slide show tentang flora dan fauna disumatera yang sudah hampir punah, ekosistem yang sudah rusak, dsb.
Yang jadi persoalan dibenakku. Memang ,adalah penting selamatkan lingkungan dan komponen pendukungnya. Tapi adalah jauh lebih penting juga menyelamatkan manusianya dan kehidupannya.
Apakah selama ini kerusakan lingkungan karena kerakusan manusia atau desakan ekonomi belaka. Tapi, tak itu yang jadi soal bagiku.
Kita bisa menerima atau mengambil dari lingkungan, tentu kita harus juga bisa memberi.
Kita mau selamatlkan hutan, hewan langka, tumbuhan langka, air cadangan kemarau, dsb. kita juga harus lebih mau selamatkan manusia sekitarnya. Baik ekonominya, budayanya ataupun persoalan kehidupan lainnya bagi mereka.
Kalau memang kita mau selamatkan Sumatra atas nama cinta yang suci dari dalam jiwa yang paling...dalam dan kesadaran yang sesadar-sadarnya. Mudah-mudahan usaha dan perjuangannya akan mencapai hasil sesuai dengan yang diharapkan. Ya...kuncinya Pembentukan Karakter , Penyadaran. Maka hadirlah kau hai Seni Penyadar....! (H23/6/10jkt)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar