Senin, 28 Juni 2010

Peringatan 40 th.IKJ

Jakarta,(28/6) Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta dalam rangka memperingati 40 tahun berdirinya IKJ akan mengadakan acara Pameran besar-besaran.Selengkapnya....?

Minggu, 27 Juni 2010

PUISI

Berantas Korupsi
by;h

Kawan........
Bagaimana mungkin berantas korupsi...
Kalau dekat dengan diri sendiri..
Bagaimana mungkin berantas korupsi...
Kalau dekat dengan urat nadi...
Kawan.......
Berantas Korupsi......
Apa hanya sebuah Slogan basi...
Bagi yang teriak tuk periuk nasi...
Atau proyek yang ingin diberi.....
Kawan.....
Bagaimana mau maju negri ini...
Kalau dananya masuk kantong sendiri..
Kreatifitas akan mati...
Idealisme juga kan mati...
bagai bunga yang kering dan layu
karena tak disirami...(jkt28/6)

Siapa Itu Raden Saleh (2)

Dari IKJ ke Istana Bogor dan Makam Raden Saleh
by; haris

Sungguh enak makan kerak telor
Belinya di Pekan Raya Jakarta
Jalan-jalan ke Istana Bogor
Disana banyak peninggalan sejarah.

Rupanya Raden Saleh adalah seorang yang meninggalkan karya besar. Lukisan adalah....(klik aja kalau mau terus baca.ok?)

Rabu, 23 Juni 2010

Siapa itu Raden Saleh (1)

Fauzi Bowo Buka Seminar Tentang Raden Saleh
by; Haris
Kalau anda jalan - jalan ke Jakarta, di daerah Taman Ismail Marzuki (TIM) ada sebuah jalan bernama jl. Raden Saleh.
Ya..mungkin banyak yang sudah tahu tentang jalan Raden Saleh, tetapi mungkin sangat sedikit sekali yang mengenal sosok Raden Saleh.
Yang jelas Raden Saleh bukan orang Betawi. Karena....pengen tahu? klik disini yes

Selasa, 22 Juni 2010

sambungan cerpen (Bag.2)

Dan suara nyaring anak-anak mengaji dikala magrib sudah hampir tiba pun kini sudah jarang terdengar lagi. Sebagai gantinya suara tivi yang menyiarkan berbagai aksi.
Dimanakah kau kini teman-temanku dulu....? Kita berteman sangat akrab dan kompak. Saat mengaji tiba kita berkumpul di Mushalla. Mengaji bersama. Atau juga bergantian. Dan kadang diselingi canda dan tawa disertai nasehat dari guru ngaji bahkan juga tongkat kayu yang dijatuhkan dengan kencang ke meja sehingga kita kaget dan berhenti bercanda tawa.
Dan acara itu...Festival Nasyid dan Rebana juga Musabaqah dan lomba pidato, sungguh memori yang indah. Walaupun di desa tetapi suasanaya cukup meriah.
Dengan kemajuan teknologi dan globalisasi, yang dulu tiap magrib mengaji kini sudah berganti menonton tivi, browsing ataupun chatting.
Ku rindu suasana dulu. Tapi kemana harus ku cari. Sesuatu yang mungkin sudah terkubur oleh peradaban zaman tanpa diketahui dimana kuburnya kini.
Bahkan lebih parah lagi, sungguh hati terasa perih, anak-anak remaja kini....dengan pergaulan bebas, nongkrong dipinggir jalan, petik gitar, dan kadang tangan pegang botol minuman. Doyan mabuk-mabukan. Itulah baginya suatu kebanggaan.
Suatu pencarian! Mencari jati diri, mencari idola, mencari pengisi relung kosong di jiwa!
Ya....Puisi ku dulu kini terbukti...
Kebudayaan adalah kota....
Kini kota ku berlumur lumpur nista...
dimasuki anasir asing yang berbahaya....dst..
Inikah hasil pembangunan. Atau sebuah ekses yang terlupakan!
(bersambung...)

Renungan

Sebuah Harapan Pada SSF
by. haris

"Taklah budaya melayu kan lekang dimakan waktu!", itu kata-kata yang dulu sering terngiang ditelingaku. Sekarang, setelahbeberapa lama seolah-olah kata-kata itu hidup kembali dan jadi segar diingatanku.
Malam itu adalah acara peluncuran dan penggalangan dana sumatra. Hadir disana antaranya gubernur riau dan juga tokoh lingkungan hidup negri ini, Bapak Emil Salim.
Disitu ditayangkan slide show tentang flora dan fauna disumatera yang sudah hampir punah, ekosistem yang sudah rusak, dsb.
Yang jadi persoalan dibenakku. Memang ,adalah penting selamatkan lingkungan dan komponen pendukungnya. Tapi adalah jauh lebih penting juga menyelamatkan manusianya dan kehidupannya.
Apakah selama ini kerusakan lingkungan karena kerakusan manusia atau desakan ekonomi belaka. Tapi, tak itu yang jadi soal bagiku.
Kita bisa menerima atau mengambil dari lingkungan, tentu kita harus juga bisa memberi.
Kita mau selamatlkan hutan, hewan langka, tumbuhan langka, air cadangan kemarau, dsb. kita juga harus lebih mau selamatkan manusia sekitarnya. Baik ekonominya, budayanya ataupun persoalan kehidupan lainnya bagi mereka.
Kalau memang kita mau selamatkan Sumatra atas nama cinta yang suci dari dalam jiwa yang paling...dalam dan kesadaran yang sesadar-sadarnya. Mudah-mudahan usaha dan perjuangannya akan mencapai hasil sesuai dengan yang diharapkan. Ya...kuncinya Pembentukan Karakter , Penyadaran. Maka hadirlah kau hai Seni Penyadar....! (H23/6/10jkt)


IKJ Jakarta Gelar Jumpa Pers Dan Seminar

Selengkapnya klik disini.

Rabu, 16 Juni 2010

puisi

gerakan demokrasi
Wahai..! Generasi sinis .Jangan kalian berdebat soal politik
Karna politik lebih kejam dari pada kritik
Hendak nya kalian telusuri arus sungai
Yang dari muara menuju ke lautan
Jangan kalian gentar dengan terjangan ombak,Dan
Jangan kalian buat Dunia ini tertawa karna kekalahanmu
Tancapkan rasa Optimismu didalam jiwa semangatmu
Karna dari kalianlah yang akan merubah Negri ini akan menjadi Sehat
fb; d.sofyan

Selasa, 15 Juni 2010

maut

by; defi s.
Ia datang tanpa di undang
Kedatangannya tak bisa diterka
Kedatangannya begitu menakutkan
Tak kenal waktu bila saatnya tiba
Hanya Tuhanlah yg menentukan
Kita pasrah dan berdoa
Semoga kita terhindar dari ancamannya

Maka jagalah hidupmu dg se-baik2nya
Karna hidup didunia hanya sementara

Rabu, 09 Juni 2010

cerpen

Tiba-tiba semua tlah berlalu
by; haris jkt10/6/10

Yah...berlalu. Tak terasa tetesan airmata tlah membasahi pipi. Memang kenangan begitu indah, namun hanya sekejap mata ia pun sirna.
Bunga-bunga yang kembang mekar seolah tersenyum. Diiringi kicau burung yang merdu jadi sebuah harmoni kehidupan. Kupu-kupu yang beterbangan menambah indah suasana.
Tapi sayang beribu sayang, itu semua tlah berlalu. Ya..berlalu. Walau masih segar terbayang dibalik pelupuk mata. Namun itu sudah tinggal cerita.
Mungkinkah ini maksud dari dunia itu tipuan atau fotomorgana. Saat-saat kau belum siap dan terlena, sesuatu yang indah itu pun sirna. Pergi kedalam lembaran sejarah.
Kini haruskah penyesalan yang tiba. Diatas semua ketidakberdayaan, atau sikap yang seolah-olah salah.
Kenapa dulu tak kau lakukan juga seperti mereka. Ya Seperti mereka..Masa-masa yang indah...Saat-saat yang seharusnya berbahagia. Kenapa tidak? Ya... Kenapa tidak?
Apakah agama yang salah atau kamu yang salah? Atau siapa yang salah? Atau jangan mencari siapa yang salah. Trus harus bagaimana?
Jangan pacaran. Tidak halal berduaan dengan yang bukan muhrim. Apalagi faktor sosial ekonomi yang tidak sama dengan mereka. Atau faktor psikologis yang tak menerima.
Dan kini akhirnya...Waktu pun berlalu. Apalah arti segudang prestasimu. Walaupun banyak bidadari yang mengejar dirimu. Namun percuma jika kau tak membuka pintu.
Haruskah kau marah pada tuhan atau malah bersyukur, selamat dari godaan dan berhasil melaksanakan ajaran.
Arti sebuah keyakinan. Ya...itu! Berani pertahankan.
Dan setumpuk harta apa artinya? Apakah hidup hanya demi rupiah? Atau harus membenci rupiah? Jelas tidak. Lalu apakah saat ini kau tak bahagia? Tidak juga. Mungkin kurang sempurna. Tapi katanya mang tak ada yang sempurna?
...bersambung (tunggu ya?)