Kepada diriku berkata aku, terang dan gelap tidaklah sama
Camkan! semua manusia niscaya binasa
Jaga dirimu dari hawa nafsu dan segala cela
Camkan ! itu adalah pintu menuju binasa
Dipermulaan ia tawarkan kenikmatan
Sejatinya hina dan sesal yang kau dapatkan
Segala kesenangan tentu berujung kematian
Walau dua kali lipat usia nuh diberikan
HIdup dinegeri fana janganlah terlena
maut terus ingatkan kita niscaya binasa
yang tunduk perintah Allah Yang Maha Kuasa
Ikuti akal singkirkan hawa nafsu pula
Kan ia raih kemenangan disisi-Nya,niscaya
ia kan dapatkan segala nikmat sorga
Yang paham hakikat perintahh Allah yang Maha Perkasa
kan melihat keelokan yang tak dimiliki siapa saja
Yang mengenal-Nya niscaya takkan menentang-Nya
Walau segala kuasa dan takhta menggodanya
Jalan takwa dan ibadah adalah jalan termulia
Pejalan terbaiklah yang meniti jalan kebenaran, bukan selainnya
Yang tak sanggup kendalikan dirinya
takkan raih nikmat akhirat dan hidup mulia
Mulia nian mereka yang jadi panutan
Karena punya kelakuan mulia dan segala kesuciaan
yang kuasa meredam gejolak hawa nafsu
Kemuliaan dan ketentraman menyertainya selalu
hidup dan mati yang dicitacitakan merakan dapatkan
kemenangan hakiki teraih dinegeri keabadian
Nafsu yang tawarkan kenikmatan mereka tentang
melihat cahaya menyapu segala kegelapan
andai saja jasad mereka tak punya
niscaya kau sangka ia malaikat belaka
Tuhan, dahulukan dan limpahi kesalehan mereka
Anugerahi dan berkati mereka semua
Duhai jiwa, siap dan berjuanglah sepenuh nyawa
Janganlah kau bosan raih kenikmatan sesungguhnya
Bila jerihmu kau luluhlantakkan dengan nafsu
Kebenaran telah kau langgar, sungguh kau tahu itu
Ajaran-Nya telah ia jelaskan kepada manusia
penjelasannya lebih terang dari bintang di angkasa
Duhai jiwa, berusahalah sekuat tenaga
Tekadmu, tajamkanlah setajam pedang yang tertajam di dunia
Bila manusia renungklan wujud sejatinya
ia kan tahu hidup bukan bahan tertawa (Ris-C263)
Camkan! semua manusia niscaya binasa
Jaga dirimu dari hawa nafsu dan segala cela
Camkan ! itu adalah pintu menuju binasa
Dipermulaan ia tawarkan kenikmatan
Sejatinya hina dan sesal yang kau dapatkan
Segala kesenangan tentu berujung kematian
Walau dua kali lipat usia nuh diberikan
HIdup dinegeri fana janganlah terlena
maut terus ingatkan kita niscaya binasa
yang tunduk perintah Allah Yang Maha Kuasa
Ikuti akal singkirkan hawa nafsu pula
Kan ia raih kemenangan disisi-Nya,niscaya
ia kan dapatkan segala nikmat sorga
Yang paham hakikat perintahh Allah yang Maha Perkasa
kan melihat keelokan yang tak dimiliki siapa saja
Yang mengenal-Nya niscaya takkan menentang-Nya
Walau segala kuasa dan takhta menggodanya
Jalan takwa dan ibadah adalah jalan termulia
Pejalan terbaiklah yang meniti jalan kebenaran, bukan selainnya
Yang tak sanggup kendalikan dirinya
takkan raih nikmat akhirat dan hidup mulia
Mulia nian mereka yang jadi panutan
Karena punya kelakuan mulia dan segala kesuciaan
yang kuasa meredam gejolak hawa nafsu
Kemuliaan dan ketentraman menyertainya selalu
hidup dan mati yang dicitacitakan merakan dapatkan
kemenangan hakiki teraih dinegeri keabadian
Nafsu yang tawarkan kenikmatan mereka tentang
melihat cahaya menyapu segala kegelapan
andai saja jasad mereka tak punya
niscaya kau sangka ia malaikat belaka
Tuhan, dahulukan dan limpahi kesalehan mereka
Anugerahi dan berkati mereka semua
Duhai jiwa, siap dan berjuanglah sepenuh nyawa
Janganlah kau bosan raih kenikmatan sesungguhnya
Bila jerihmu kau luluhlantakkan dengan nafsu
Kebenaran telah kau langgar, sungguh kau tahu itu
Ajaran-Nya telah ia jelaskan kepada manusia
penjelasannya lebih terang dari bintang di angkasa
Duhai jiwa, berusahalah sekuat tenaga
Tekadmu, tajamkanlah setajam pedang yang tertajam di dunia
Bila manusia renungklan wujud sejatinya
ia kan tahu hidup bukan bahan tertawa (Ris-C263)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar