Selasa, 13 Juli 2010

cin...ta...

Tentang Risalah

Risalah ini dulu disusun pada saat aku terlalu mencintai Salma. Bagian pertama risalah ini merupakan tafsir dari kata-kata mutiara yang ku kutip dari semua suratku padanya …

Sekarang aku memandang Risalah ini tidak dari sudut cinta Salma, karena cinta memang sudah dimusnahkannya dari kehidupanku. Aku melihatnya dari sudut cinta Tuhan. Dan Risalah ini kemudian menjadi begitu berarti, karena ia adalah pengajaran-Nya tentang cinta, sentuhan cinta-Nya, dan pilihan cinta dalam hidupku.

Aku tahu dia yang terlalu ku cinta adalah wanita yang berpura-pura mencintai untuk menjauhkan aku dari jalan Tuhan, yang begitu bahagia saat aku kehilangan akal dan rasa. Sementara Rabb adalah Tuhan Pecinta yang senantiasa menjaga dan menyentuhku dengan cinta-Nya, melalui bersitan hati, puisi, dan mimpi. Kini aku harus menerima kenyataan … untuk membiarkan semua keajaiban yang ku harapkan pergi, dan mengejar cinta-Nya yang berada di ujung bukit terjal penuh duri.

Risalah ini adalah hikmah yang dimasukan-Nya ke dalam benak dalam perjalanan cintaku bersama Salma, sebagai ingatan dan panduan-Nya bagi diriku. Setelah perjalanan berakhir … Rabb membangunkan aku dengan Risalah ini. Rabb membuat Risalah ini untuk ujian cinta yang berat, menyempurnakan pengajaran agama-Nya; Untuk menyadarkan aku … betapa aku terkapar tak berdaya di dalam Genggaman-Nya.

Ia yang selalu mengingatkan aku dengan himah dan mimpi … dalam perjalanan cinta ku dengan Salma … begitu cinta dan cemburu, mengharapkan aku kembali, namun sangat tidak membutuhkan aku.

Muhammad Syauqi Ridho Nurulloh

source;http://salmasyauqi.wordpress.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar